Senin, 28 September 2009

Keturunan dari Bpk Wignyo (Paimin)

Pertama yang merupakan Putera Bungsu dari Mbah Kromodimedjan adalah mbah Wignyo dengan nama kecil Paimin, yang mempunyai 8 orang anak yakni :
1.Sulastri
2.Sukadi
3.Suwanto
4.Supriyo
5.Purwanti
6.Supriyadi
7.Turut
8.Nunung

1 Sulastri menikah dengan Samijo dan mempunyai 3 anak:
-Agung (menikah dengan Yanti punya anak : Adi dan Defi
-Atik
-Anis
2 Sukadi menikah dengan Sumirah dan mempunyai anak:
-Eka Ramdan
-Tami

Keluarga dari Mbah Prapto (Dalijan)

Mbah Prapto mempunyai 3 orang anak yaitu:
1. Murdiyanto
2. Muncaryadi
3. Suwandi
Ket: Murdiyanto menikah dengan Ngadilah mempunyai anak :
* Yos An yang menikah dengan Siti N dan mempunyai anak Seva AS
* Anita
* Vitri
* Desti

Muncaryahdi menikah dengan Yanti dan mempunyai anak :
* Salsabila
* Havid

Suwandi menikah dengan Siti dan mempunyai anak:
* Dona
* Avin

Keturunan dari Mbah Soekarno (kurdi)

Bapak Soekarno (kurdi) mempunyai 8 orang anak yaiyu:
1.Tukimin
2.Boniyem
3.Budiman
4.Srisupeni
5.Sumarno
6.Yulianto
7.Sambidi (alm)
8.Samono (alm)

*Tukimin menikah dengan Widadinem dan mempunyai anak :
1.Andri menikah dengan Sasono
2.Dewi
3.feri
4.Lia
*Boniyem menikah dengan Ngadiyo mempunyai anak :
1.Nanang
2.Neneng
*Budiman menikah dengan Tuguni dan mempunyai anak:
1.Mahlika
2.Umi
*Srisupeni menikah dengan Suwarno dan mempunyai anak:
1.Galuh

Keturunan dari Ibu Kerto (Suti)

Selanjutnya keluarga mbah Kerto (Suti) atau yang akrab dipanggil mbah Kutu. Disebut mbah Kutu karena berdomisili di Kutu Sinduadi Mlati Sleman. Mbah Kerto mempunyai 5 orang anak yaitu:
1. Bpk Parjiman
2. Ibu Sukamti
3. Bpk Sukamto
4. Bpk Sukarman
5. Bpk Suhadi.

Uraian dari keturunan mbah Kerto adalah :
Bapak Parjiman menikah dengan Ibu Sumekar yang merupakan warga Kronggahan Trihanggo dan mempunyai 3 orang putera yakni:
1. Robertus Aris Riyanto
2. Stefanus Agus Widodo
3. Yohanna Suciati
Robertus Aris Riyanto menikah dengan Tri Lastuti dan dikaruniai 2 orang anak yakni : Gamma dan Dito. Sedangkan Stefanus Agus Widodo menikah dengan Arum dan dikaruniai satu anak yaitu: Nawang.
Ibu Sukamti yang merupakan putera kedua dari mbah Karto menikah dengan Sumarman yang berdomisili di Kwarasan yogyakarta,dan mempunyai 4 orang anak yaitu:
1. Ajang Nugroho
2. Bayu Wiwoho
3. Suprapti
4. Nandar.
Ajang Nugroho menikah dengan Supriyanti dan mempunyai 3 orang anak yakni : Ian, Iwan dan Nabita. Putera kedua dsari ibu Sukamti adalah Bayu Nugroho yang menikah dengan Nanik dan dikaruniai seorang putera yaitu Hanik. Nandar yang merupakan putera ke empat menikah dengan Nuri dikaruniai seorang putera yakni Elang.

Bapak Sukamto yang merupakan putera ke tiga menikah dengan Semi dan dikaruniai 4 anak yaitu: Amir, Ngudi S, Anawati dan Dinawati yang merupakan anak kembar. Sedangkan untuk putera ke empat adalah Bpk Sukarman yang menikah dengan Rubiyati asal Bantul dikaruniai 3 orang putera yakni: Afrina, Fani dan Febri.
Bapak Suhadi yang merupakan putera sulung ibu Kerto menikah dengan Ibu Ngatirah dan mempunyai 3 orang anak yakni: Dodik,Mia Astuti dan Moh Hasta. Dodik menikah dengan Tatik dikaruniai seorang putera yaitu Mista. Demikianlah alur atau garis keturunan dari Ibu Kerto (Suti)yang akrab dipanggil "mbah Kutu".

Kamis, 24 September 2009

Pendahuluan

Keturunan dalam istilah Jawa yang disebut trah adalah garis keturunan dari nenek moyang pendahulu. Keluarga Trah Kromodimedjan juga mempunyai garis keturunan yang sudah tersebar dibeberapa tempat tetapi tidak melupakan trah atau asal usul dari keturunan mbah Kromodimedjan. Mbah Kromodimedjan berdomosili di Dusun Trini Trihanggo Gamping Sleman Yogyakarta dan telah mempunyai banyak sekali keturunan. Di sini penulis akan menguraikan keturunan dari trah Kromodimedjan dengan maksud agar supaya anak cucu serta cicitnya tidak lupa akan keturunannya. Hal ini dimaksudkan supaya tali persaudaraan diantara trah Kromodimedjan dapat saling terjaga untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan . Di sini juga akan ditampilkan foto-foto rumah kerabat trah Kromodimedjan yang ada di Yogyakarta, serta foto-foto sawalan yang diadakan setiap setahun sekali. Mungkin masih banyak sekali kekurangan dan kesalahan maka dengan rendah hati penulis minta maaf yang sebesar-besarnya. Kritik dan saran yang bersifat membangun akan kami terima dengan tangan terbuka, demikian terima kasih.